Selamat jalan Mbak syahdu, semoga diterima di sisi-Nya

Sebuah kabar yang tak pernah terduka terucap lembuat dari mulut kawanku, seorang yang special kembali kepada-Nya hari ini. Ekspresi wajahnya mengisyaratkan sebuah kesedian yang mendalam. Di hari yang sama mbah nya juga dipanggil. sungguh duka yang terencana tapi sudah digariskan. mbah tinggal di RT sebelah sedangkan si istimewa lumayan jauh jaraknya.

Saat itu aku sedang berada di satu tempat penuh kefanaan dan asyik didalamnya. Fana dan maya sama artinya kan? istilah jaman sekarang on line. sempat kuarahkan pandanganku kewajah kawanku untuk memastikan berita sekaligus memberi tahu bahwa aku juga turut berduka. tak lama kemudian dia merencakanan untuk melayat bersama lawan bicaranya di telephone.

Seingatku, terakhir kali aku mendengar suaranya adalah saat kutemani kawanku menjenguk mbak syahdu ( ahkhirnya keceplosan juga ) di Rumah Sakit. waktu itu hanya suara serak - serak basah yang kudengar bersautan dengan suara kawanku tanpa kutahu ekspresi wajahnya. ku tak punya keberanian menatap matanya, entah kenapa fokus hanya tertuju pada lantai, padahal kita pernah membahas tentang alasan seseorang tak berani menatap lawan bicara.

Menurutku seseorang dengan sarung tuban adalah sosok yang istimewa, tak sembarang orang berani dan mau mengenakannya. hanya beberapa diantaranya dan mereka adalah yang terpilih. Awalnya ku mengenal seseorang dengan sarung tuban di Pesantren yang berada di arah jam 10 kalau ditempuh dari tempat mondok mbak syahdu. Setelah itu hampir semua yang bersarung tuban punya kesan yang sama dimataku.

Selanjutnya yang tak kumengerti adalah kenapa sosok sebaik dia cepat dipanggil-Nya. Mungkinkah karena kerinduan-Nya dengan hamba yang seperti itu? yang senantian meninggalkan larangan dan mematuhi perintah-Nya. Bisa dibilang usianya masih sangat muda karena belum sampai kepala tiga.

Seperti yang kita tahu bahwa jodoh, rejeki dan mati sudah diatur-Nya tugas kita adalah menemukannya. Tak perlu bertanya mengapa, tapi berbaik sangka lah kepada-Nya. Semua ada hikmahnya entah itu kejadian baik ataupun buruk.

Saya jadi ingat perkataan gus Candra Malik tentang hikmah. Beliau bilang sering kali kita salah karena mengambil / memetik hikmah itu setelah kejadian, padahal sebenarnya ada hikmah luar biasa sebelum kejadian. Misalnya hikmah dari suatu pertemuan adalah kita harus berproses terlebih dahulu untuk pertemuan tersebut. kita harus sekolah dulu, kita harus bisa berjalan terlebih dahulu dan lain - lain.

Oh iya, kembali lagi pada salam perpisahan untuk Mbak syahdu. Akhirnya kuucapkan selamat tinggal teriring doa :

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها وَأَكْرِمْ نُزُلَها وَوَسِّعْ مُدْخَلَها وَاغْسِلْها بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّها مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْها دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِها وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِها وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِها وَأَدْخِلْها الْجَنَّةَ وَأَعِذْها مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Ya Allah! Ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), pasangan yang lebih baik daripada pasangannya (di dunia), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka

Reaksi:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser