Nenek ini sembuh dari kanker serviks jadi juara karate

Salah satu penyakit mengerikan yang banyak memakan korban jiwa adalah kanker serviks. seperti kasus beberapa waktu lalu di Indonesia yaitu aktris cantik Julia Peres. Kali ini ada berita menggemparkan tentang penyakit tersebut.

Bukan kabar kematian melainkan kabar bahwa seorang nenek berusiah 75 tahun berhasil sembuh dari kanker ganas yang menyerang wanita tapi dia juga berprestasi dalam bidang olahraga karate.

Usia 75 tahun bukan lagi muda yang biasanya digunakan kebanyakan orang untuk hidup tenang atau istilahnya menikmati masa tuanya, namun Nenek Ede Smith keluar dari zona nyaman dan memilih menjalahi hidup sehat melalui kegiatan rutin olahraga karate.

Setelah sembuh kanker serviks malah juara karate


"Saya mendapatkan kekuatan saya kembali. Saya mendapatkan kemampuan saya kembali" katanya. Ede bahkan telah memenangkan medali dan sabuk cokelat dalam karate.

Dia mengakui bahwa karate membantunya untuk tetap sehat secara fisik dan waspada secara mental. Ede dapat mematahkan papan dengan tangan kosong dan bahkan membanting seorang pria yang beratnya tiga kali lebih berat dari badannya.

Dia disebut sebagai 'Ninja nan' tapi Ede sedikit merasa malu atas sebutan yang diberikan orang-orang tersebut. Berkat karate, nenek ini bebas dari penyakit rheumatoid arthritis atau peradangan sendi yang biasanya menyerang lutut.

Ede, a.k.a "Ninja nan" memiliki tujuan untuk mendapatkan sabuk hitam dalam karate sesegera mungkin. Cucu-cucunya berpikir bahwa dia keren, tetapi Ede menyebut dirinya sebagai seorang yang lebih gila. Dia sangat gigih dalam mencapai tujuannya. Dia berjuang dan menghadapi rintangan setiap hari untuk memenuhi keinginannya.

Mereka menghargai keinginan Ede, namun melihat kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk dia melakukan semua trik bela diri di dalam karate yang bisa dilakukan anak-anak.

Dari sini kita bisa memetik pelajaran bahwa kanker seviks itu bisa sembuh bahkan bisa dicegah dengan vaksinasi seperti halnya campak dan rubella. walau banyak isu diluar sana bahwa vaksinasi itu tidak aman, tapi tak ada salahnya mencoba usaha untuk melindungi diri, toh vaksin tersebut dalam pengawasan dokter.

Kedua, prestasi itu bisa diraih dengan tekad kuat dan keuletan, kalau tak salah kita pernah membahas tentang ini di praktek don't break the chain. usia tak jadi alasan untuk belajar dan tak ada kata terlambat untuk belajar,betul?
Reaksi:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser