Mengapa berbicara harus pakai tanda baca?

Mungkin aneh judulnya, yap memang sengaja ditulis demikian sebab seperti itulah yang ada saya pikirkan. Belum tentu benar tidak juga mutlak sebuah kesalahan. Sering kali saat berada di suatu tempat beberapa saat tanpa sadar telinga ini mendengar beberapa percakapan singkat antara pemuda ataupun anak dan orang tua.

Bukan orang tua dalam arti ayah dan ibu yang menyebabkan kita lahir kedunia tapi mereka yang umurnya jauh diatas kita. selesai kalimat pasti dilebihkan dengan kata C*K, Nj*ng dan lain sebagainya. dilain tempat mungkin suaranya berbeda tapi pada intinya sama.

Tak salah bila orang berpendapat bahwa itu sudah wajar, sudah bisa kenapa heran? Hm.. untuk menjadikan sesuatu kebiasaan dan hal wajar tentu ada parameternya. jika itu masuk dalam kategori baik bolehlah setiap berucap satu kalimat ditambahai kata tersebut. namun bila ternyata itu tak pantas dan lebih merujuk kepada kemudhorotan alangkah baiknya dihilangkan.

Ada juga persepsi bahwa itu adalah satu kata untuk keakraban di satu wilayah, ups sepertinya kita tak semestinya untuk berada dilingkungan semacam itu. akan lebih baik jika kita ikut dalam lingkungan penuh bunga. ada pepatah mengatakan bila kita dekat dengan penjual bunga maka kita ikut wangi. ups bila sobat berpikir bahwa kalimat tadi salah itu memang disengaja karena pasti yang sobat maksud adalah bila dekat dengan penjual parfum ikut wangi juga. eits sobat lupa ya bahwa di dunia ini tak hanya parfum yang wangi, betul?

Kembali lagi pada masalah diatas bahwa kita akan ikut terjerumus kedalam lingkungan walaupun sebagus dan setebal apapun benteng yang kita siapkan. silakan deh sobat test, ini diluar konteks bahwa sobat adalah orang yang sudah punya kekebalan luar biasa hihi. kebanyakan hasilnya adalah larut dalam lingkungan itu. ibaratnya nila setitik rusak susu sebelangga.

Terkadang ingin rasanya menanyakan kenapa mereka menggunakan kata itu di akhir kalimat mereka. paling banyak sih saya dengar ketika mereka bermain game utamanya game MOBA, tak hanya kata yang terucap lewat mulut tetapi di chat mereka juga mengetikkan hal yang sama.

Terkadang ingin rasanya saya menguak alasan mereka mengatakan itu, apa karena ajaran orang tua ataukah itu hanya pengaruh lingkungan dan teman teman sebayanya. ada yang bisa bantu jawab?

Reaksi:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser