Kunci sukses Timnas Indonesia di piala dunia

Hai sobat Nalagila,  musim piala dunia semakin ramai menuju final yak walau kita tahu masih lumayan lama. tapi ada hal yang sangat disayangkan yaitu negara kita tercinta tidak ikut berpartisipasi mereput piala dunia.  beberapa tahun saya heran akhirnya saya sempatkan tanya kepada teman yang hobi dan suka bola.

Dan benar saja, jawaban mereka rata rata hampir sama " untuk piala dunia mah susah kang, piala AFF susah tembus." waw mendengar jawaban itu saya jadi mikir. Hmm benar juga ya, untuk mencapai tingkat dunia pastinya kita harus lalui dulu asian games, AFF atau tingkatan dibawab pildun.

Banyak faktor yang mempengaruhi skuad Indonesia tidak bisa ikut piala dunia dan itu sangan disayangkan, tapi saya teringat dengan sebuah nasehat dan salah seorang guru bahwa : "orang besar itu karena doanya yang kecil kecil."

Artinya apa? Jika sebagian besar rakyat Indonesia memberikan vonis bahwa setiap pertandiangan Indonesia kalah maka tidak heran bila itu jadi kenyataan, masih ingat dengan sharing kita tentang orang tua mematahkan semangat hanya lewat kata?  ini hampir sama dengan itu bedanya adalah sepak bola kaitannya dengan seluruh rakyat Indonesia.

Bukankah doa 40 orang sama dengan doa 1 wali, bagaimana dengan ucapan ucapan  dari para penonton bola? well, inilah yang harus kita rubah. ubah hujatan, cacian, sumpah serapah ke timnas Indonesia menjadi doa dan penyemangat.

Dalam salah satu tausiah yang disampaikan habib Novel Alaydrus beliau menyampaikan tentang kisah wali yang memimpin sebuah kerajaan makmur dalam waktu yang sangat lama, hingga suatu hari ada seorang raja dari negara lain yang penasaran kenapa hal tersebut bisa terjadi.

Diutuslah seorang utusan ke kerajaan makmur tersebut, sesampainya di kerajaan utusan tersebut langsung dimaksukkan penjara tanpa ditanya apapun.  penjara itu sejuk karena didepannya tumbuh pohon rindang. Setelah pintu penjara dikunci sang raja berkata " kau akan kulepaskan jika pohon itu tumbang."

Sang utusan bingung, bagaimana caranya menumbangkan pohon sebesar itu padahal dia sendiri berada dalam penjara tanpa alat apapun. Lama kelamaan dia mikir dan berkata kepada sang pohon sambil fokus menatapnya " pohon, ayo tumbang."

Setiap hari dia lakukan seperti itu hingga suatu saat fokus pikiran dan konsentrasinya bagus dan pohon itu tumbang. sesuai janji sang raja maka dia dibebaskan dan diijinkan pulang untuk melapor kapada rajanya.

Sesampainya di kerajaan dia sampaikan kepada raja bahwa tak ada rahasia untuk menjaga kerajaan tetap aman dan sejahtera tapi justru dia dijebloskan penjara dan disuruh menumbangkan pohon dari jarak jauh.

Dari penjelasan utusan tersebut rajapun tersenyum, kini dia tahu maksud dari semua proses itu yang tak lain adalah " bagaimana mungkin kau akan mensejahterakan rakyatmu jika semua rakyat menginginkan kau tumbang. Jika seorang rakyat mampu menumbangkan pohon bagaimana jika seluruh rakyat bersatu dan benar benar ingin kau tumbang."

Pelajaran yang bisa diambil adalah kepemimpinan akan berjaya bila sang penguasa mampu mengambil hati rakyatnya. jika rakyat semua mendukung maka tiada mustahil kesuksesan itu akan diraih.

Hubungannya dengan sepak bola apa? 

Jika ingin sepakbola atau apapun di negara ini berjalan baik dan sukses maka dukungan dan doa dari semua rakyat sangat dibutuhkan. Jika ucapan adalah doa maka doakanlah yang baik bagi dunia persepak bolaan negeri, betul?  Jika ada yang salah atau kurang benar, mohon kesediaanya untuk membenarkan. hihi

Reaksi:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser