Kisah belalang kehilangan kata dikala senja

Hai sobat Nalagila, ijinkan saya untuk berbagi cerita meski hanya beberapa kata. Tentang belalang kecil di sudut dusun hutan rimba. Lahir bukan sebagai anak yang pertama bukan pula sebagai adik dari semua kakaknya. Banyak saudara yang ia punya tapi hanya beberapa saja yang di dekat dengannya, Dekat secara emosi dan raga. Sepertinya hanya satu yang pernah tumbuh bersama.

Jauhnya jarak antara dia dan saudara lelaki dan wanitanya membuat kurang bertukar sapa. Bukan karena bermusuhan melainkan seperti ada benteng tinggi yang memisahkan. Pernah sekali dia coba tuk bertukar pikiran, tapi entah kenapa hanya beberapa detik bertahan. tak seperti ketika bersama kawan dimana hampir semua isi kepala mengalir melalui kata.

Belalang memang tak punya banyak persediaan biji-bijian, namun sang ayah tetap berusaha agar tidak kekurangan. Beliau bekerja siang dan malam hingga sering dua belalang kecil dirumah harus menahan ketakutan. Iringan keras musik selepas magrib menjadi alterlatif agar rumah tak mengerikan.

Sibelalang bukan menyalahkan ayah karena jarang dirumah, tapi dia cuma butuh pengertian betapa keras perjuangan agar keluarga tetap ada bolam terang. Jika tak ada kata yang disampaikan apakah salah jika belalang punya prasangka?  sedikitnya waktu bertatap muka menjadikan berkurangnya keakraban dan keharmonisan.

Setiap malam dua belalang kecil bercanda, hingga tiada terasa candaan berubah jadi keributan. Awal senja masih ada senyum di muka semakin malam berubah jadi adu bantal hingga berakhir tidur pisahan. Orang bilang kecil sering becandaan maka besarnya akan saling berkasih sayang, ups tapi itu karena adanya komunikasi yang baik antara kakak adik.

Apa yang terjadi sekarang, sibelalang cuma punya sedikit kosa kata seperti sudah makan belum, saya pamit dulu apalagi ya. mungkin hanya itu saja. Dalam lubuk hati ingin sekali berbagi cerita kesibukan sehari hari tapi siapa sangka semua bahan itu tiba tiba tenggelam.

Hai belalang, bagaimana perasaanmu? adakah rasa rindu di kalbu, apakah kau simpan kangen di hatimu atau rasa dekat dengan kerabat? Belalang seperti buih dilautan, seperti debu yang diterbangkan angin. semoga debu bisa menggumpal menjadi pesawat yang punya jadwal dan tujuan pasti.Sekian kisah singkat sibelalang, bagaimana menurut sobat?
Reaksi:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser