Alasan kenapa Tukang Ojek Pengkolan ngangenin

Apakah sobat termasuk penonton setia sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP)? Wah sama kalau begitu, saya juga mulai suka dengan sinetron yang tayang di RCTI. walau saya baru mulai nonton beberapa bulan yang lalu,tepatnya di awal 2018 padahal acara ini tayang perdana 25 april tahun  2015.

Walaupun tertinggal jauh tapi berkat chanel official RCTI di youtube. sayangnya video yang diunggah tidak komplit cuma episode di tahun 2017 hingga sekarang itupun hanya 30 menit an dari 75 menit. untuk tahun 2016 -2015 terpaksa harus cari di chanel lain walau sedikit kecewa karena kualitas videonya jarang yang HD (Jernih ).

Apa yang membuat kangen sinetron Tukang ojek pengkolan?

Sebelum itu ada baiknya kita tahu dulu sinopsis Sinetron tukang ojek pengkolan. berikut sinopsis yang saya kutip dari wikipedia :


Di sebuah kampung yang berada di belakang gedung-gedung perkantoran Jakarta, tinggal pasangan muda bernama Rojak (Ojak) dan Tati. Untuk mencari nafkah, Ojak bekerja sebagai tukang ojek yang berpangkalan di ujung jalan masuk ke kampung bersama dua rekannya, Purnomo (Pur) dan Sutisna (Tisna).

Pernikahan Ojak dan Tati tidak direstui Emak, ibunya Tati, karena sebenarnya dulu babenya Tati yang almarhum pernah menjodohkan Tati dengan calon suami yang sudah mapan, jauh sekali dibanding Ojak yang cuma tukang ojek. Namun karena cinta dan sayang sama Ojak, Tati memilih Ojak, meski dengan risiko hidup mereka pas-pasan, karena meski Ojak punya ijazah D3, tetapi sampai sekarang belum dapat pekerjaan yang layak. Hal inilah yang menjadi perseteruan bagai anjing dan kucing antara Emak dan menantunya, Ojak. Emak, meski tidak frontal, berusaha secara terus-menerus menekan Ojak agar menafkahi istrinya dengan layak, bisa membeli rumah sendiri dan tak terus-terusan ngontrak rumah seperti sekarang. Ojak yang awalnya hanya menebalkan kuping bila Emak mengomelinya, lambat-laun menganggap Emak sebagai kerikil dalam kebahagiaan keluarganya, meski Ojak tak pernah berani mengutarakan kekesalannya secara langsung di depan Emak. Keadaan ini membuat posisi Tati serba salah antara menuruti kata Emak dan menghormati kata-kata suaminya.

Oke sekarang kita bahas kenapa sih harus nonton Ojek Pengkolan?

1. Purnomo si mbelgedes
Mas pur ini unik, dia punya semangat juang tinggi untuk mencari jalan rejeki yang cocok buatnya. awalnya jadi tukang ojek, lalu buka show room motor, kemudian buka warung nasi pelipur lapar namun akhirnya harus kembali lagi menjadi tukang ojek.

Karakter mas pur ini kejawaan banget, ngomong bahasa Indonesianya medok, di tambah kata Mbelgedes lu yang tak pernah dia tinggalkan, apalagi kalau sedang di ledekin sama bang Ojak.

Oh iya kalau tidak salah mas pur penah memerankan karakter jokowi dalam video yang di unggah cameo project saat menjelang pemilu presiden 5 tahun lalu.

2. Bobi dengan jambulnya
Bobi di sinetron TOP baru setahun lulus SMA, rencananya tahun ini masuk kuliah. Kesehariannya dia ngojek. Sebagai tukang ojek yang ganteng dia sering di godain penumpang cewek padahal sebenarnya bobi sudah memiliki kekasih hati namanya zahra.

setiap saat bobi selalu merapikan tatanan rambutnya terutama jambulnya. Yang bikin kangen kemunculannya adalah karena dia ditaksir banyak cewek.

3. Surti dengan lagunya
Dia adalah ibu bobi. setiap hari dia dagang gado gado dirumah. Sedangkan suaminya berdagang bakso juga di halaman rumah yang sama setelah suaminya berhenti jualan bakso keliling di rawa bebek.

Saat berdagang kadang dia bernyanyi, kalo tidak salah seperti ini .. cikini di gondang dia, jam segini mana pembelinya. suaranya khas sekali.. saking seringnya dia berdendang sampai sampai ayah mertuanya berkomentar supaya surti mengganti bait lagunya.

4. Mbak yuni si biang gosip
Nah kalo karakter yang satu ini kenapa bikin kangen? sebab gaya bicaranya yang kejawaan, expresi wajahnya seperti melotot ditambah hobinya gosip. Apalagi kalau lagi belanja di pedagang sayur keliling. Hm.. pokoknya seisi kampung diomongin sama dia.

5. Denok si unik
Entah kenap dari semua tokoh di ojek pengkolan paling suka kalau denok muncul, gaya bicara denok yang unik membuat saya selalu tertawa. ya lucu aja gitu, gimana menurut sobat?

6. Mbak yanti si betul
Mbak yanti adalah istri mas eko yang kini berjualan di warung pelipur lapar. awalnya dia hanya membantu mas pur bejualan, seiring waktu mas pur merasa bahwa bukan disanalah jalan rejekinya, akhirnya warungnya di ambil oleh mbak yanti.

Setiap berbicara mak yanti tak pernah lupa menyelipkan kata "betul" di kahir kalimat. tak hanya mbak yant, anaknya pun juga punya lebiasaan yang sama.

7. Mae si seperti itu
Paling seneng kalau mantan mertuanya si ojak ini bilang "seperti itu." khas banget kalau dia ngomong begitu.

8. Haji sodik si ya ya ya
Selanjutnya Haji Sodik pemilik warung tempat nge tem para driver gober. warung pak haji menyediakan kopi,teh dan gorengan. langganan pak haji antara lain Joni, jono, mimin dan maa ferdi.

Setiap kali membuat kopi tak lupa dia aktraksi dulu dengan melempar gelasnya keatas dan ditangkap kembali.

Kemudian saat ngobrol biasanya dia bilang ya ya ya. yang suka nonton pasti tahu lah.

9. Tisna si berangkat
Tisan juga karakter yang unik di TOP, setiap berangkat dia bilang "berangkat" setelah tiba di tujuan dia bilang "sampe".  Walau istri keduanya cantik tapi dia adalah pribadi yang pemikir, apalagi kalau dipanas panasin istrinya.

10. Sapri si baku
Dari semua keunikan di ojek pengkolan, sapri adalah yang 10, bagaimana tidak setiap kata yang dia ucapkan selalu menggunakan kata kata baku, ditambah logat bahasanya tak ada duanya.

Itulah 10 karakter pemain tukang ojek pengkolan yang bikin kangen. rasanya kalau sehari tak nonton rasanya 24 jam. walau begitu saya lebih suka menyaksikan melalui chanel youtube RCTI karena kalau di TV langsung menurut saya banyakan iklannya, betul?

Selain itu Jam tayangnya juga bertabrakan dengan waktu menjelang magrib. masa iya  lebih memilih sinetron daripada panggilan-Nya.

Jika ada salah kata atau masukan silakan tuliskan di kolom komentar yang sudah tersedia.

Reaksi:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser