Contoh usaha rumahan di desa yang menjanjikan untung besar

Hai sobat Nalagila, senang rasanya weekend ini tetap bisa update. Weekend itu identik dengan liburan, betul? ( sambil membayangkan expresi mbak yanti Tukang Ojek Pangkalan ). Tapi maaf sob, sekarang kita akan membahas tentang usaha rumah tangga yang cukup menjanjikan.

Sebenarnya saya terinspirasi dari beberapa teman mahmud yang mengeluhkan hari harinya setelah pernikahan. Hidup baru di lingkungan baru membuat mereka harus beradaptasi. Saat proses adaptasi tersebut banyak sekali hal canggung yang mereka alami.

Misalnya setelah selesai beres beres mereka bingung hendak melakukan apa. Pekerjaan rumah tangga selesai kira kira jam 10. Bagi mahmud jam jam setelah itu membuat mereka bete. Alias bingung mau apa. Kemudian muncul ide dalam kepala ini, kenapa mereka tidak mencoba usaha rumahan seperti membuka warung sembako misalnya.

Kenapa usaha warung sembako? Sebab sembako itu adalah kebutuhan pokok manusia, tanpa ini manusia tak bisa bertahan hidup. Hm.. seperti namanya ya sembilan bahan pokok. Belakangan ini saya sempatkan mengamati kegiatan sehari hari ibu, mulai bangun tidur hingga beliau tidur. Bahkan saya sampai mengamati apakah ibu saya sudah masuk ciri ciri orang yang sudah terlelap tidur. Yah
walau harus diakui pengamatan itu harus terhalang dinding kamar.

Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga, tetapi setiap harinya beliau sangat sibuk. Mulai membuka mata hingga malam hari beliau tetap beraktifitas. Rumah kecil kami separuhnya di sulap ibu menjadi sebuah warung sebagai usaha rumahan kecil kecilan.

Setelah sholat subuh dan mengaji beliau sudah melayani pembeli. Paling awal pembeli datang itu setelah subuh. Dari yang beli sabun mandi hingga yang membeli beras. Disela sela melayani pembeli beliau sempatkan untuk membuatkan kami sarapan. Sayang ayah tak bisa sarapan bareng kami karena sudah berangkat kerja sejak subuh tadi.


Di jam 7 hingga jam 8 ibu ibu yang hendak mengantarkan putranya ke TK mampir untuk membelikan snack sebagai bekal. Saat waktu menunjukkan jam 9 beliau segera bersiap untuk pergi ke pasar guna membeli stock barang yang hampir atau sudah habis. Warung tutup sejenak sampai pulang dari pasar. Tidak setiap hari beliau pasar, paling tidak 2-3 hari sekali tergantung ketersediaan stock barang. Menjelang duhur anak anak kecil ramai datang untuk membeli jajan. Selepas duhur ada juga siswa SMK yang mampir jajan juga.

Sore haru saat adzan ashar dan magrib warung tutup sejenak. Sehabis magrib memang tutup tetapi pembeli yang mengetuk pintu tetap dilayani. Alasan ditutup karena sudah malam dan ibu tak mau ketinggalan sinetron Anak Langit dan Orang ketiga. Hihi ada yang suka sinetron itu juga?
Sekitar jam 22 beliau istirahat dan memulai aktifitasnya lagi esok hari. Dari kegiatan ibu ini saya mendapat beberapa point pelajaran dalam membangun usaha rumahan dengan modal kecil untuk besar.

Bagaimana cara pemasaran warung?

Pertama adalah harga bersaing, saat harga tidak jauh berbeda atau bahkan sama dengan warung lain disekitarnya maka pembeli tetap akan datang setiap hari. Pernah satu ketika ibu menanggapi masukan tetangga soal warung sebelah yang menjual mie instan eceran RP. 3.000,- komentar ibu seperti ini “biarkan saja, dia dagang tidak mencari laku.” Karena prinsip ibu adalah yang penting dagangan laris walau untunya tidak seberapa besar.

Yang kedua adalah pelayanan yang baik, kebanyakan pembeli adalah tetangga dekat, jadi bila memang uangnya kurang atau tidak ada kembalian tidak dipermasalahkan, toh esok hari mereka akan datang kembali. Menurutku itu adalah salah satu bentuk layanan terbaik untuk kelas usaha rumahan. Setujukah sobat?

Kekurangan bisnis usaha rumahan warung :

Walau dua hal tersebut sudah dilakukan terkadang ada hal hal yang membuat dagangan yang harusnya untung justru hanya balik modal. Misalnya beras, saat ini katakanlah eceran 11 ribu kemudian harga naik ditengah jalan maka hasil penjualan selama ini hanya cukup untuk membeli beras yang baru. Harga sembako yang pasang surut inilah yang kadang membuat ibu jadi rutin memeriksa harga terbaru.

Seperti yang telah kita bahas tadi bahwa usaha warung rumahan itu banyak saingan. Untungnya warung ibuku ini termasuk strategis. Dari warung ibu radius 500 M tidak ada warung . ini berdampak pada pemusatan ekonomi. Semua orang dalam radius tersebut jadi berbelanja kebutuhan sehari hari ke warung ibu.

Kenapa usaha warung tetap potensial?

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, usaha warung rumahan tetap cocok untuk ibu rumah tangga. Sekalian mengurus rumah sekalian membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Sebab jenis usaha ini tidak musiman, prosesnya cukup mudah, kita hanya membeli barang kemudian menjual kembali.

Apa saja yang bagus di jual di warung?

Dari tadi muter muter balah belum bahas dagangan apa saja yang dijajakan ya? Baiklah kita mulai dari gas. Warung kami menyediakan :
  • Gas elpiji tabung hijau dan pink.
  • Beras
  • Aneka jajanan anak anak
  • Telor
  • Bumbu dapur
  • Gula pasir, teh dan kopi
  • Sabun cuci, sabun mandi
  • Susu kaleng, sachet dan minyak goreng
  • Es lilin, es batu, minuman dingin
  • Buku tulis, bolpoin dan buku gambar
  • Mie instan, sayur sop, tomat kentang , tahu dan tempe.
  • Aneka rokok baik produksi pabrik atau bahan membuat rokok.
  • dll
Itulah sedikit informasi seputar bisnis rumahan yang sudah dijalankan ibu saya kurang lebih sejak 6 tahun silam.semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post berikutnya.
Reaksi:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser