Faktor pendukung suksesnya budidaya cabai

Syarat tumbuh merupakan kondisi optimal yang dibutuhkan tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang, serta berproduksi dengan baik. Secara umum, syarat tumbuh meliputi 3 faktor, dua faktor bersifat alamiah dan 1 faktor lainnya bersifat sosial. Faktor faktor tersebut, antara lain iklim, tanan dan lingkungan sosial ekonomi.

Tanaman cabai membutuhkan kondisi yang sesuai dari ketiga faktor tersebut. Meskipun saat ini sudah dikenal teknik manipulasi faktor iklim dan tanah, namun biasanya memerlukan biaya yang sangat mahal. Jauh lebih baik mencari lahan yang memang telah sesuai untuk budidaya cabai dibandingkan melakukan rekayasa lahan agar menjadi lokasi yang sesuai. Untuk itu, dalam memilih lokasi untuk budidaya tanaman cabai, benar benar harus memperhatikan syarat tumbuh.

Faktor pendukung suksesnya budidaya cabai

Iklim
Iklim memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan cocok atau tidaknya suatu tempat untuk membudidayakan suatu tanaman. Kondisi iklim sering menyebabkan suatu tanaman hanya endemik di tempat tempat tertentu saja. Beberapa unsur iklim yang mempengaruhi tanaman cabai antara lain :
Ketinggian tempat

Ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap kondisi iklim suatu tempat. Beberapa unsur iklim seperti suhu udara, curah hujan dan intensitas matahari sangat dipengaruhi oleh ketinggian tempat.
Karena dipenganruhi oleh iklim, maka dalam melakuka budidaya tanaman cabai harus benar benar memperhatikan ketinggian tempat. Tanaman cabai sebenarnya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 0-1000 meter dari permukaan laut.

Namun demikian, ada beberapa varietas cabai yang memerlukan kondisi ketinggian tempat tertentu untuk dapat berproduksi optimal. Untuk cabai rawit, lebih cocok ditanam di dataran rendah sampai menengah, dengan ketinggian 0-500 meter diatas permukaan laut. Jika ditanam di dataran tinggi, produksi tetap tinggi namun umur panen lebih lama.

Sedangkan untuk cabai besar, lebih cocok di tanam di dataran menengah hingga tinggi, dengan ketinggian 400-600 meter dpl. Cabai besar memang memerlukan suhu udara yang cukup rendah untuk dapat berproduksi dengan baik. Suhu udara seperti ini tidak dapat ditemui didataran rendah. Selain cabai besar, paprika juga hanya cocok dibudidayakan didataran menengah hingga dataran tinggi.

Curah hujan
Tanaman cabai sebenarnya tidak menyukai curah hujan yang berlebihan,  namun demikian, tanaman ini membutuhkan kelembaban yang cukup untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Di Indonesia sendirim tanaman cabai dapat ditanam diberbagai kondisi curah hujan. Misalnya di Kabupaten Purbalingga atau wonosobo dengan curah hujan diatas2.500 mm/tahun tanaman ini masih dapat tumbuh. Sebaliknya beberapa kecamatan dikebumen dengan curah hujan dibawah 1.500 mm/tahun pun tanaman ini juga berproduksi dengan optimal.

Fakta ini menunjukkan tanaman cabai sebenarnya toleran terhadap beraneka ragam curah hujan. Atau setidaknya, varietas cabai yang ada saat ini sudah mengakomodasi berbagai kondisi curah hujan. Namun demikian, secara umum curah hujan optimum untuk tanaman cabai adalah antara 500 -3000 mm/tahun.

Prinsip yang harus dipenuhi dalam hubungan antara curah hujan dengan tanaman cabai menurut klipatan adalah sebagai berikut :

A. Apabila curah hujan terlalu rendah, maka penyiraman atau pengairan harus dilakukan secara rutin.
B. Sebaliknya, apabila curah hujan terlalu tinggi, maka harus dibuat bedengan penanaman yang tinggi dengan parit parit untuk membuang kelebihan air.

Cahaya matahari
Tanaman cabai membutuhkan intensitas cahaya matahari yang tinggi, setidaknya diatas 70%. Apabila intensitas cahaya matahari berkurang, meskipun tidak berpengaruh terhadap produksi, namun berpengaruh terhadap umum panen buah. Hal ini dibuktikan dengan umur panen yang lebih lama pada tanaman cabai yang ditanam didataran tinggi. Dimana intensitas cahaya matahari didataran tinggi lebih rendah dibandingkan intensitas cahaya matahari didataran rendah.

Suhu udara
Suhu udara juga besar pengaruhnya terhadap produksi tanaman cabai, suhu udara yang sesuai untuk tanaman cabai antara 8-34 derajat celcius. Namun optimalnya tanaman cabai sebaiknya mendapatkan suhu udahara siang 21-28 dan suhu udara malam 8-20. Kecocokan antara suhu dengan jenis varietas cabai sebenarnya sangat beragam. Jenis jenis cabai tertentu, terutama cabai rawit, menyukai suhu udara yang oanas sampai hangat. Sedangkan jenis cabai besar, biasanya lebih menyukai suhu udara hangat sampai sejuk.

Kelembaban udara
Tanaman cabai tidak menyukai curah hujan yang terlalu berlebihan, namun tanaman ini menyukai kelembaban yang cukup tinggi, baik kelembaban udara maupun kelembaban lahan.

Kelembaban udara relatif yang disukai tanaman cabai antara 80-90%. Kelembaban setinggi ini hanya dapat diperoleh saat musim hujan. Padahal, tanaman cabai lebih sering dibudidayakan dimusim kemarau, untuk itu diperlukan penyiraman atau pengairan secara rutin.

Selain kelembaban udaram kelembaban tanah atau lahan juga harus tinggi. Namun demikian, tidak boleh terdapat air yang tergenang di lahan, karena akan menghambat pertumbuhan akar dan merangsang munculnya cendawan penyebab penyakit. Pemasangan mulsa merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kelembaban tanah, selain berperan dalam menjaga suhu tanah tetap hangat dan mengurangi pertumbuhan gulma.

Kecepatan angin
Angain berperan dalam banyal hal dalam budidaya cabai, antara lain untuk membantu penyerbukan serta sirkulasi udara, namun demikian, angin yang dibutuhkan adalah angin sepoi sepoi. Angin yang terlalu kencang justru akan merugikan tanaman, karena dapat merontokkan bunga dan bakal buah, serta merusak tanaman. Merskipun tanaman cabai cukup kokoh dan tahan terhadap angin, tetapi apabila angin terlalu kencang, daun tanaman akan mengalami kerusakan bahkan tanaman bisa roboh.

Tanah
Tanah merupakan aspek pentig dalam budidaya cabai, karena tanah berperan penting sebagai media tumbuh sekaligus sumber unsur hara. Karena itu, pengenalan terhadap kondisi tanah yang dibutuhkan tanaman cabai harus diperhatikan secara seksama. Yang perlu dilihat dari kondisi tanah anatara lain jenis tanah, tekstur tanah, pH tanah, kedalaman air tanah dan kandungan bahan organik tanah.

Reaksi:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser