Analisa keuntungan usahatani budidaya cabe

Usahatani cabai masih sangat menguntungkan untuk dilaksakan di Indonesiam terutama usahatani semi intensif dan intensif. Hal ini bukannya tanpa dasar, beberapa faktor mendukung prospek cerahnya usahtani cabai di Indonesia, berikut rangkuman Nalagila.

1. Permintaan cabai senantiasa meningkat

Permintaan cabai dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan. minimal terdapat tiga faktor penyebabnya, yaitu meningkatnya jumlah penduduk, meningkatnya tingkat pendapatan masyarakat, dan peningkatan konsumsi cabai perkapita.

Jumlah penduduk Indonesia meningkat setiap tahunnya setidaknya 5-10 juta penduduk. Hal ini merupakan pasar potensial di masa mendatang. dan dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat, juga tentu saja akan meningkatkan konsumsi pangan, termasuk pangan pelengkap seperti cabai.

Faktor lain yang juga meningkatkan permintaan adalah meningkatnya konsumsi cabai per kapita. sejal awal tahun 1990an, konsumsi cabai perkapita meningkat 1,5 - 2 persen setiap tahunnya.

2. Harga cabai cukup tinggi.

Harga cabai di Indonesia relatif tinggi dan stabil. pada saat panen raya harganya tidak terlalu rendah yaitu kisaran Rp.4.000,00 - 5.000,00 di tingkat petani. dan di luar musim panen, harganya dapat melambung di atas Rp.10.000,00 pada tingkat petani ( di pasar sekitar Rp.15.000,00 - 20.000,00 ). Harga juga kembali meningkat pada hari raya besar keagamaan, misalnya pada bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha,bulan bulan pada saat banyak persta pernikahan dan sebagainya.

3. Kebutuhan cabai industri berbahan baku cabai

Kebutuhan cabai di Indonesia semakin meningkat seiring dengan menjamurnya industri berbahan baku cabai. Industri industri seperti industri saus, bubuk cabai dan mie instan, membutuhkan cabai dalam jumlah puluhan bahkan ratusan ton per bulannya. sayangnya, data mengenai kebutuhan cabai untuk industri ini belum ada karena banyak perusahaan merahasiakan sebagian besar bahan baku yang di gunakan.

4. Peluang pasar ekspor

Peluang ekspor cabai dan aneka olahannya juga juga cukup tinggi. Negara negara sasaran ekspor cabai antara lain india, pakistan dan singapura. pada tahun 1998, ekspor cabai indonesia ke india mencapai US $188.166,00, pakistan US$165.485,00 dan singapura US$143.532,00. di duga beberapa tahun terakhir ekspor cabai mengalami peningkatan. cabai biasanya diekspor dalam bentuk kering atau dalam bentuk bubuk.

Melihat peluang dan potensi usahatani cabai tersebut, tidak salah jika petani memilih cabai sebagai komoditas utama atau sampingannya. Hanya saja, faktor budidaya yang tepat diperlukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas cabai.
Reaksi:

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser